Kegiatan Ngopi & Memanah ke 2 yang diprakarsai oleh Perkumpulan Pemanah Berkuda Indonesia (Perdana) DIY pada 3 Agustus 2024, membuahkan hasil yang menggembirakan. Hal ini nampak dari ekspresi para peserta kegiatan Ngopi & Memanah yang tampak antusias dan penuh semangat sehingga yang menurut rundown acara mestinya acara ditutup jam 19.00 WIB, ngelantur molor hingga sekitar jam 19.30 WIB tanpa ada yang menyadari.

Pertanyaan-demi pertanyaan seperti berebut mengalir pada sesi akhir acara sharing lesehan bakda maghrib yang membahas tentang “Pengetahuan Dasar Tentang Arrow”. Sambil sekali waktu terlepas tawa dari peserta karena ada aja yang berseloroh di tengah pembahasan, nampak Mas Priyantono yang biasa dipanggil Mas Anton sebagai nara sumber serius menyampaikan materi secara runtut.
Di awali dengan pembahasan mengenai shaf, batang kayu bahan utama pada batang anak panah (arrow) menurut beliau batang kayu anak panah yang baik secara garis besar adalah yang memiki sifat keras namun memliki bobot yang ringan. Sedangkan mengenai serat kayu bila mendapati serat kayu yang menyilang maka wajib dihindari menggunakanya karena ini akan berpotensi patah saat anak panah menghantam bantalan target.
Serat kayu yang baik digunakan untuk batang anak panah adalah yang rapat dan lurus. Seperti bambu Petung misalnya, sebenarmya serat bambu sangat baik karena selain lurus dan rapat serat bambu memiliki sifat ulet dan kuat yang telah memenuhi syarat bila digunakan sebagai bahan shaf, namun ada yang berpendapat bahwa shaf bambu masih terlalu berat dari segi bobotnya, sehingga pecinta shaf bambu mengambil alternatif menggunakan bambu utuh namun berukuran mini yaitu bambu Tonkin, karena selain memiliki serat yang rapat dan lurus bambu tonkin memiliki rongga didalamnya layaknya sebuah pipa yang menjadikannya lebih ringan dari segi bobot.

Selanjutnya pembahasan mengenai bulu anak panah atau yang lebih familier dengan istilah vanes, secara umum sebuah anak panah terpasang 3 bulu di bagian belakang arrow namun pernahkah terpikirkan bagaimana laju anak panah saat dipasang 2 bulu saja ? atau sekalian ditambah kita pasang menjadi 4 bulu ?. Sambil tersenyum Mas Anton menjelaskan ternyata keberadaan bulu pada shaf anak panah akan sangat berpengaruh pada laju lesatan anak panah, pada dasarnya semakin banyak bulu yang terpasang akan semakin membebani laju anak panah, dan jalannya melambat. Sedangkan bila pemasangan vanes ini kurang atau tidak lengkap maka akan jauh dari seimbang sehingga laju anak panah akan tidak stabil atau meliuk-liuk. Karena begitu seru dan nampak asik namun waktu semakin malam sehingga diputuskan pembahasan akan dilanjutkan di pertemuan Ngopi & Memanah berikutnya dibulan depan.
Pertemuan lesehan sharing diakhiri dengan kesimpulan yang mengesankan dari Pak Is (Sekjen Perdana DIY) beliau menyampaikan bahwasannya menjadi seorang pemanah itu akan dituntut menjadi orang yang cerdas, karena setiap alat yang sedang digunakan memiliki karakter yang berbeda, bahkan bila kita memiliki 3 set busur dan anak panah pasti akan memiliki karakter masing-masing, hal inilah yang menjadikan seorang pemanah harus terus beradaptasi bagaimana memperlakukan peralatan yang digunakan ini mengahsilkan tembakan yang akurat dan tepat pada titik target sasaran. Para peserta nampak hening sebentar lalu serempak mengucapakan syukur hamdalah dan doa kifaratul majlis untuk menutup acara tersebut. Dari Yogyakarta ar-rauha.com. melaporkan.

