Temboro – Hajatan besar PP. Al-Fatah pada kegiatan Al-Fatah Laga Championship yang akan diselenggarakan pada pertengahan bulan November 2025 akan semakin ramai dan semarak dengan diusungnya kategori perlombaan baru yaitu peserta lomba dikhususkan untuk kaum hawa.
Penambahan kategori ini tentu menjadi tantangan tersendiri untuk para pemanah wanita di Nusantara, dan yang pasti kita tidak boleh memandang sebelah mata lagi pada para atlet Panahan Tradisional wanita Indonesia, bahkan tahukah anda dunia internasional-pun dibuat terkesima dengan berhasilnya beberapa atlet wanita Indonesia naik podium #1 pada kejuaraan olahraga Panahan Tradisional kelas dunia, berikut ini ulasan atlet panahan tradisional akhwat Indonesia :
-
-
- Arum Nazlus Shobah,Gadis berusia belasan tahun ini sudah mulai menekuni olahraga panahan berkuda sejak kelas 2 SD. Hingga kini, di usianya yang masih belia, ia telah menoreh segudang prestasi.Beberapa kejuaraan tingkat dunia yang berhasil ia menangkan, salah satu diantaranya juara umum panahan berkuda di Turki pada tahun 2021. Ia juga menduduki posisi keempat ketika berlomba di Polandia, dan berhasil menjadi juara umum di beberapa kategori di pertandingan nasional.“Arum sudah mengikuti lomba di Turki, juara 2, dan Arum ikut lagi 2021 di Ankara Turki juara umum 1, Arum ikut lagi alhamdulillah juara umum lagi di Instanbul. Setelah itu Arum ikut di Polandia, masih di posisi keenam, terus enggak lama setelah dari Polandia, Arum ikut lagi di Qatar masih diposisi keempat,” kata Arum ketika diwawancara HaiBunda, belum lama ini.

Arum Nazlus Shobah Juara Umum Panahan Berkuda di Turki “Setelah di Qatar terakhir tahun ini tahun 2023 di Polandia Arum naik ke posisi keempat. Terus di event nasionalnya Arum alhamdulillah meraih juara umum di kategori wanita dan kategori campuran di Banyumas,”
- Reno Suri,mencetak prestasi gemilang dengan mempersembahkan satu medali emas dan satu medali perunggu di ajang 5th World Nomad Games yang berlangsung di Astana, Kazakhstan.Prestasi tersebut diraih oleh Reno Suri, pemanah berusia 41 tahun asal Kelurahan Ampang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. Reno berhasil menyabet medali emas di nomor 50 meter dan medali perunggu di nomor 30 meter.

Reno Suri Juara 1 kelas 50 meter Dalam ajang yang diikuti oleh 86 negara tersebut, Reno Suri berhasil mengungguli atlet panahan tradisional dari Rusia, Anna Alekseyeva, yang meraih medali perak. Medali perunggu pada nomor 50 meter masing-masing diraih oleh Assel Sadyrova dari Kirgizstan dan Barcsai Nikolett Ilpna dari Hungaria. World Nomad Games merupakan ajang olahraga internasional yang diikuti oleh berbagai negara, dengan fokus pada olahraga-olahraga tradisional, termasuk panahan
- Annne Nurmayanti dkk, Tim Fespati Nasional dalam ajang Chinese Traditional Archery Competition Di Jianza Cina : Imran Taufik, Mutasar Hasbi, Anto, Annne Nurmayanti dan Rohani. Berhasil meraih JUARA 2 DUNIA setelah bertarung di final melawan tim tuan rumah Cina.
- Arum Nazlus Shobah,Gadis berusia belasan tahun ini sudah mulai menekuni olahraga panahan berkuda sejak kelas 2 SD. Hingga kini, di usianya yang masih belia, ia telah menoreh segudang prestasi.Beberapa kejuaraan tingkat dunia yang berhasil ia menangkan, salah satu diantaranya juara umum panahan berkuda di Turki pada tahun 2021. Ia juga menduduki posisi keempat ketika berlomba di Polandia, dan berhasil menjadi juara umum di beberapa kategori di pertandingan nasional.“Arum sudah mengikuti lomba di Turki, juara 2, dan Arum ikut lagi 2021 di Ankara Turki juara umum 1, Arum ikut lagi alhamdulillah juara umum lagi di Instanbul. Setelah itu Arum ikut di Polandia, masih di posisi keenam, terus enggak lama setelah dari Polandia, Arum ikut lagi di Qatar masih diposisi keempat,” kata Arum ketika diwawancara HaiBunda, belum lama ini.
-
Itulah beberapa atlet panahan tradisional Akhwat Indonesia yang sudah terbukti prestasinya, anda ingin menyusul mereka ? simak Flayer berikut :
Link Pensaftaran
https://forms.gle/nYqrJeu7npQJy3YS9


