Perdana DIY Menggelar Turnamen Panahan Tradisional di Wahana Dinosaurus

Turnamen panahan tradisional
Peserta Tyrnamen Panahan Tradisional U9 U12

Bantul – Ahad pagi (31/8), Wahana Dinosaurus Senyum Tamanan, Banguntapan, Bantul, dipenuhi sorak-sorai anak-anak dan riuh tepuk tangan para penonton. Udara masih segar, namun keceriaan sudah menyelimuti arena. Busur-busur tradisional tampak gagah di tangan kecil para pemanah cilik yang bersiap menguji ketangkasan.

Penyelenggaranya Ar-rauha bekerja sama dengan Perdana DIY didukung oleh Senyum Tanaman, JJ Stable dan Jagad Industries. Sebanyak 50 peserta dari berbagai komunitas terdiri  : MI AL HUDA, SSC, Hidayatullah, JJ Stable Jogja, MAC’S, Al Madinah Archery, Zayn Traditional Archery, MI Tahfidz HDWR, Tunas Bangsa Traditional Archery, Lembah manah, dan dari Senyum Tamanan.

Pukul 07.30 WIB meja registrasi ulang sudah dipenuhi antrian orang tua para peserta dengan sangat antusias. mengikuti lomba yang dibagi dalam dua kategori: Klasemen U-9 (usia 7–9 tahun) dan Klasemen U-12 (usia 10–12 tahun). Dengan penuh konsentrasi, anak-anak itu menarik tali busur, melepaskan anak panah, dan menyaksikan hasil tembakan mereka menancap pada papan sasaran. Sorakan kegembiraan pecah setiap kali ada tembakan yang tepat sasaran.

Peserta Panahan Tradisional U9 - U12
Turnamen Panahan Tradisional U9

“Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias. Mereka tidak hanya belajar memanah, tapi juga belajar disiplin, fokus, dan berani tampil,” ujar salah seorang panitia yang sejak pagi sibuk memastikan keamanan dan kelancaran jalannya lomba.

Bukan hanya hadiah dan bebungah dari para dermawan yang membuat wajah-wajah kecil itu berseri, melainkan juga kebanggaan karena mampu menampilkan kemampuan terbaik di depan orang tua dan komunitasnya. Perlombaan kali ini adalah arena pembuktian dari hasil latihan mereka selama ini.

Namun, lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini punya makna mendalam: melestarikan warisan budaya panahan tradisional. Apalagi, memanah merupakan olahraga yang dianjurkan Rasulullah ﷺ.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Ajari anak-anakmu berenang, memanah, dan berkuda.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan ajaran itu, panitia berharap panahan tradisional tak hanya menjadi olahraga, tetapi juga jalan untuk menumbuhkan karakter generasi muda sekaligus mempererat silaturahmi antar komunitas.

Tepat pukul 13.00 WIB, di bawah terik matahari, suasana lomba pun tetap riuh semarak. Senyum anak-anak yang membawa pulang hadiah (doorprize) serta tepukan bangga dari orang tua mereka, menjadi penutup manis dari sebuah hari yang tidak hanya tentang ketepatan panah, tapi juga tentang warisan untuk masa depan: menjaga tradisi, menanamkan semangat, dan mengikat persaudaraan. (FZ)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan